Nama : Anindita Nuraini
NPM : 10115814
Kelas : 1KA31
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Masyarakat
adalah
sekelompok orang yang membentuk sebuah kelompok yang menempati suatu
wilayah dan saling bergantungan dengan satu sama lain. Masyarakat di
bagi menjadi 2 bagian yaitu masyarakat perkotaan dan masyarakat
pedesaan. Kehidupan di desa sangat berbeda dengan kehidupan di kota. Di
desa dikenal dengan paguyuban yang artinya adalah perkumpulan
yang bersifat kekeluargaan yang didirikan oleh satu orang yang sedarah
untuk membina kerukunan. Kehidupan dipedesaan masih sangat
sederhana serta belum banyak yang mengenal teknologi modern. Masyarakat
pedesaan sangat bergantung dengan masyarakat yang ada di pedesaan untuk
mencari penghasilan di kota dan masyarakat di perkotaanpun sayang
bergantung dengan masyarakat di pedesaan untuk penghasilan pangan. Di
kota di kenal dengan masyarakat urban yang artinya tergolong
masyarakat multietnis karena terdiri dari berbagai suku,
golongan, kelompok, bahkan antarbangsa yang terkumpul dari berbagai
suku, golongan, kelompok, bahkan antarbangsa yang terkumpul disatu kota
utama (metropolis). Di kehidupan masyarakat
perkotaan itu individual dan telah mengikuti perubahan zaman
dengan mengetahui adanya teknologi yang canggih. Pekerjaan masyarakat
desa dan masyarakat kotapun berbeda. Masyarakat pedesaan pindah ke kota
untuk mencari pekerjaan menjadi petani, buruh, supir, dll untuk
mencukupi kebutuhan hidup. Sedangkan masyarakat kota mencari pekerjaan
yang berhubungan dengan teknologi seperti masuk dalam suatu perusahaan
atau pabrik yang ada di kota serta cara kerjanya pun dengan menggunakan
teknologi yang canggih.
RUMUSAN MASALAH
- Apa pengertian dari masyarakat ?
- Apa saja syarat-syarat untuk menjadi masyarakat ?
- Apa pengertian masyarakat perkotaan ?
- Apa saja ciri – ciri tipe masyarakat ?
- Apa perbedaan antara desa dan kota ?
- Apa pengertian pedesaan ?
- Apa ciri-ciri desa?
- Apa ciri-ciri masyarakat pedesaan ?
- Apa perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan ?
TUJUAN
- Memahami pengertian masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
- Mengetahui ciri-ciri dari masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
- Mengetahui perbedaan antara masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
- Mengetahui hubungan antara masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
- Memahami unsur lingkungan perkotaan.
- Menjelaskan aspek negatif dan positif.
- Memenuhi salah satu syarat dalam mata kuliah Ilmu Sosial Dasar.
BAB II
PEMBAHASAN
MASYARAKAT PERKOTAAN, ASPEK-ASPEK POSITIF DAN NEGATIF
Pengertian Masyarakat
Menurut para ahli :
- Emile Durkheim
Pengertian masyarakat merupakan suatu kenyataan objektif dari individu-individu yang merupakan anggotanya. -
Karl Marx
Pengertian masyarakat merupakan suatu sturktur yang mengalami ketegangan organisasi maupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah secara ekonomi - M. J. Herkovits
Pengertian masyarakat merupakan kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti suatu cara hidup tertentu. - J. L. Gillin dan J. P. Gillin
Pengertian masyarakat merupakan kelompok yang tersebar dengan perasaan persatuan yang sama - Max Weber
Pengertian masyarakat merupakan suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nila yang dominan pada warganya sendiri. - Selo Soemardjan
Pengertian masyarakat merupakan orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan. - Paul B. Horton
Pengertian masyarakat merupakan sekumpulan manusia yang relatif mandiri dengan hidup bersama dalam jangka waktu cukup lama, mendiami suatu wilayah tertentu dengan memiliki kebudayaan yang sama, dan sebagian besar kegiatan dalam kelompok itu.
Jadi
dapat di simpulkan bahwa pengertian masyarakat adalah sekumpulan
individu yang hidup bersama-sama dalam suatu wilayah dengan kebudayaan
dan kegiatan yang sama.
Syarat-syarat menjadi Masyarakat
Menurut Marion Levy diperlukan empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpulan manusia bisa dikatakan / disebut sebagai masyarakat.
- Ada sistem tindakan utama.
- Saling setia pada sistem tindakan utama.
- Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota.
- Sebagian atan seluruh anggota baru didapat dari kelahiran / reproduksi manusia.
Pengertian Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan adalah kelompok orang-orang dalam jumlah tertentu, hidup dan bertempat tinggal bersama di dalam suatu wilayah geografis tertentu, berpola hubungan rasional ekonomis dan individualistis. Masyarakat kota lebih cenderung berpikir rasional, berdasarkan untung rugi atau ekonomis, dan berdasarkan hukum-hukum yang diserap dari ilmu pengetahuan.
Masyarakat perkotaan adalah kelompok orang-orang dalam jumlah tertentu, hidup dan bertempat tinggal bersama di dalam suatu wilayah geografis tertentu, berpola hubungan rasional ekonomis dan individualistis. Masyarakat kota lebih cenderung berpikir rasional, berdasarkan untung rugi atau ekonomis, dan berdasarkan hukum-hukum yang diserap dari ilmu pengetahuan.
Tipe Masyarakat
Berikutnya
akan memahami tentang masyarakat menurut jenisnya atau tipenya yang
secara umum dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
- Masyarakat tradisional (sederhana) dan masyarakat modern.
- Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan.
Ciri-Ciri Masyarakat Kota
Ciri masyarakat kota (urban) yaitu :
- Kehidupan keagaam berkurang, karena cara berpikir yang rasional dan cenderung sekuler
- Sikap mandiri yang kuat dan tidak terlalu tergantung pada orang lain sehingg cenderung individualistis
- Pembagian kerja sangat jelas dan tegas berdasarkan tingkat kemampuan/ keahlian
- Hubungan antar individu bersifat formal dan interaksi antar warga berdasarkan kepentingan.
- Sangat menghargai waktu sehingga perlu adanya perencanaan yang matang.
- Masyarakat cerderung terbuka terhadap perubahan didaerah tertentu (slum)
- Tingkat pertumbuhan penduduknya sangat tinggi
- Kontrol sosial antar warga relatif rendah
- Kehidupan bersifat non agraris dan menuju kepada spesialisasi keterampilan
- Mobilitas sosialnya sangat tinggi karena penduduknya bersifat dinamis, memamanfaatkan waktu dan kesempatan, kreatif, dan inovatif.
Perbedaan Desa dan Kota
Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat
pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community).
Perbedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian
masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu
desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan
masyarakat perkotaan. Kita dapat membedakan antara masyarakat desa dan
masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri.
Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur
serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan
“berlawanan”.
Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang
lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat
pedesaan lainnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem
kekeluargaan, menjelaskan ciri-ciri relasi sosial yang ada di desa itu, adalah
pertama-tama, hubungan kekerabatan.
Sistem kekerabatan dan kelompok kekerabatan masih memegang
peranan penting. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari
pertanian, walaupun terlihat adanya tukang kayu, tukang genteng dan bata,
tukang membuat gula, akan tetapi inti pekerjaan penduduk adalah pertanian.
Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian, hanya merupakan pekerjaan sambilan
saja.Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan penting. Orang akan selalu meminta nasihat kepada mereka apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi. menyatakan bahwa di daerah pedesaan kekuasaan-kekuasaan pada umumnya terpusat pada individu seorang kiyai, ajengan, lurah dan sebagainya.
HUBUNGAN DESA DAN KOTA
Hubungan Desa dan Kota
Masyarakat
pedesaan dan perkotaan bukan 2 komonitas yang
terpisah satu sama lain. Bahkan sebenarnya diantara keduanya terdapat
hubungan yang erat yang bersifat ketergantungan,
karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada dalam
memenuhi kebutuhan warganya akan bahan pangan dan kebutuhan lainnya.
Desapun juga merupakan sumber tenaga kasar untuk pekerjaan tertentu
dikota seperti buruh dalam proyek pembangunan. “Interface” yang dapat diartikan bahwa kawasan perkotaan yang
tumpang-tindih dengan kawasan perdesaan. Hubungan antar kota dan desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat
akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota makin besar suatu kota
makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.
ASPEK POSITIF DAN NEGATIF
5 Unsur Lingkungan Perkotaan
Secara umum
dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan yang mengandung 5
unsur yaitu meliputi :
- Wisma : unsur ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan
untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk
melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Unsur wisma ini
menghadapkan:
- dapat mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai dengan pertambahan kebutuhan penduduk untu masa mendatang.
- memperbaiki keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapat mencapai standar mutu kehidpan yang layak, dan memberikan nilai-nilai lingkungan yang aman dan menyenangkan.
- Karya : unsur ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsure ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
- Marga : unsur ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.
- Suka : unsur ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian
- Penyempurna : unsur ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.
Aspek Positif dan Negatif
Dibawah ini aspek-aspek positif dan negatif dalam masyarakat yaitu:
- Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya (Push factors) Hal – hal yang termasuk push factor antara lain :
- Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
- Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
- Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
- Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
- Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
- Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota (pull factors)Hal – hal yang termasuk pull factor antara lain :
- Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan.
- Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
- Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
- Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
- Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah ( Soekanti, 1969 : 124-125 ).
Fungsi Eksternal Kota
Di pihak lain kota mempunyai juga peranan/fungsi eksternal,
yakni seberapa jauh fungsi dan peranan kota tersebut dalam kerangka
wilayah atau daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya baik dalam
skala regional maupun nasional. Dengan pengertian ini diharapkan bahwa
suatu pembangunan kota tidak mengarah pada suatu organ tersendiri yang
terpisah dengan daerah sekitarnya, karena keduanya saling pengaruh
mempengaruhi.
MASYARAKAT PEDESAAN
Pengertian Desa
- Menurut R. Bintarto, Desa
adalah suatu hasil perpaduan antara kegiatan sekelompok manusia dan
lingkungannya. Hasil perpaduan tersebut merupakan perwujudan geografis
yang di timbulkan oleh faktor alamiah maupun sosial yang saling
berinteraksi antar unsur dan juga dalam hubungan dengan daerah yang
lain. Bintarto mengemukakan bahwa ada 3 unsur utama desa yaitu :
- Daerah, dalam arti suatu kawasan perdesaan tentunya memiliki wilayah sendiri dengan berbagai aspeknya, seperti lokasi, luas wilayah, bentuk lahan, keadaan tanah, kondisi tata air, dan aspek-aspek lainnya.
- Penduduk dengan berbagai karakteristik demografis masyarakatnya, seperti jumlah penduduk, tingkat ke lahiran, kematian, persebaran dan kepadatan, rasio jenis kelamin, komposisi penduduk, serta kualitas penduduknya.
- Tata Kehidupan, berkaitan erat dengan adat istiadat, norma, dan karakteristik budaya lainnya.
- Menurut Paul H. Landis, Desa adalah suatu wilayah yang penduduknya kurang dari 2.500 jiwa dengan ciri memiliki lingkungan hidup yang saling mengenal satu sama lain(kekeluargaan).
Jadi
dapat disimpulkan bahwa dalam Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang
Pemerintahan Daerah pengertian desa adalah kesatuan masyarakat hukum
yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan
masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat yang diakui
dalam pemerintahan nasional dan berada didaerah kebupaten.
Ciri-Ciri Desa
Secara umum ciri-ciri pedesaan adalah sebagai berikut :
- Kehidupan masyarakatnya sangat erat dengan alam.
- Pertanian sangat bergantung pada musim.
- Desa merupakan kesatuan sosial dan kesatuan kerja.
- Struktur perekonomian bersifat agraris.
- Hubungan antarmasyarakat desa berdasarkan ikatan kekeluargaan yang erat (gemmeinschaft).
- Perkembangan sosial relatif lambat dan sosial kontrol ditentukan oleh moral dan hukum informal.
- Norma agama dan hukum adat masih kuat.
Ciri-Ciri Masyarakat Pedesaan
Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi
“Talcot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat
tradisional (Gemeinschaft) yang mebngenal ciri-ciri sebagai berikut :
- Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
- Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
- Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme).
- Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
- Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu.
Macam-Macam Pekerjaan Gotong Royong
- Kerja bakti
- Gotong royong memperbaiki jalan raya
- Gotong royong membuat Balai Desa
- Gotong royong membersihkan sampah yang berserakan dan sebagainya.
Sifat dan Hakikat Masyarakat Pedesaan
Seperti
dikemukakan oleh para ahli bahwa masyarakat Indonesia lebih
dari 80% tinggal di pedesaan dengan mata pencarian yang bersifat
agraris. Masyarakat pedesaan mempunyai sifat yang kaku tapi sangatlah
ramah. Biasanya adat dan kepercayaan masyarakat sekitar yang membuat
masyarakat pedesaan
masih kaku, tetapi asalkan tidak melanggar hukum adat dan kepercayaan
maka masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang ramah. Masyarakat
pedesaan biasanya dipandang antara sepintas kilas dinilai oleh
orang-orang kota sebagai masyarakat tentang damai, harmonis yaitu
masyarakat yang adem ayem, sehingga oleh orang kota dianggap sebagai
tempat untuk melepaskan lelah dari segala kesibukan, keramaian dan
keruwetan atau kekusutan pikir.
Maka
tidak jarang orang kota melepaskan segala kelelahan dan kekusutan pikir
tersebut pergilah mereka ke luar kota, karena merupakan tempat yang
penuh ketenangan. Tetapi sebetulnya ketenangan masyarakat
pedesaan itu hanyalah terbawa oleh sifat masyarakat itu yang oleh
Ferdinand Tonies diistilahkan dengan masyarakat gemeinschaft
(paguyuban). Jadi Paguyuban masyarakat itulah yang menyebabkan
orang-orang kota menilai sebagai masyarakat itu tenang harmonis, rukun
dan damai dengan julukan masyarakat yang adem ayem.
Macam-Macam Gejala Masyarakat Pedesaan
- Konflik (pertengkaran)
Menurut orang kota bahwa masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tenang dan harmonis itu memang tidak sesuai dengan kenyataan sebab yang benar dalam masyarakat pedesaan adalah penuh masalah dan banyak ketegangan. Karena setiap hari mereka yang selalu berdekatan dengan orang-orang tetangganya secara terus-menerus dan hal ini menyebabkan kesempatan untuk bertengkar amat banyak. Pertengkaran-pertengkaran yang terjadi biasanya berkisar pada masalah sehari-hari rumah tangga dan sering menjalar ke luar rumah tangga. - Kontraversi (pertentangan)
Pertentangan ini bisa disebabkan oleh perubahan konsep-konsep adat-istiadat, psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna. Para ahli hukum adat biasanya meninjau masalah kontraversi (pertentangan) ini dari sudut kebiasaan masyarakat. - Kompetisi (Persiapan)
Masyarakat pedesaan adalah manusia-manusia yang mempunyai sifat-sifat sebagai manusia biasanya yang antara lain mempunyai saingan dengan manifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena itu maka wujud persaingan itu bisa positif dan bisa negatif. Positif bila persaingan wujudnya saling meningkatkan usaha untuk meningkatkan prestasi dan produksi. Sebaliknya jika negatif bila persaingan ini hanya berhenti pada sifat iri, yang tidak mau berusaha sehingga kadang-kadang hanya melancarkan fitnah-fitnah saja, yang hal ini kurang ada manfaatnya sebaliknya menambah ketegangan dalam masyarakat. - Kegiatan pada Masyarakat Pedesaan
Masyarakat pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap mereka yang dapat bekerja keras tanpa bantuan orang lain. Jadi jelas masyarakat pedesaan bukanlah masyarakat yang senang diam-diam tanpa aktivitas, tanpa adanya suatu kegiatan tetapi kenyataannya adalah sebaliknya.
Sistem Budaya Petani Indonesia
- Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup.
- Mereka menganggap alam itu tidak menakutkan jika terjadi bencana.
- Dalam menghadapi alam mereka cukup bekerja sama.
Unsur-Unsur Desa
Ada
3 unsur desa yang tidak lepas antara satu sama lain yang artinya tidak
berdiri sendiri melainkan merupakan satu kesatuan. Unsurnya adalah
sebagai berikut:
- Daerah, dalam arti tanah-tanah dalam hal geografis.
- Penduduk, adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian penduduk desa setempat.
- Tata Kehidupan, dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan antar warga desa.
Fungsi Desa
Ada 4 fungsi desa adalah sebagai berikut :
- Desa sebagai hinterland (pemasok kebutuhan bagi kota).
- Desa merupakan sumber tenaga kerja kasar bagi perkotaan.
- Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota.
- Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia.
TABEL PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN
DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
|
|||
NO
|
ASPEK
|
MASYARAKAT PEDESAAN
|
MASYARAKAT PERKOTAAN
|
1.
|
Lingkungan dan orientasi terhadap
alam
|
Kenyataan alam sangat menunjang
kehidupan
|
Cenderung bebas dari kenyataan alam
|
2.
|
Pekerjaan/ mata pencaharian
|
Yang menonjol adalah
bertani, nelayan, beternak
|
Beraneka ragam dan
terspesialisasi
|
3.
|
Ukuran komunitas
|
Lebih kecil dengan
tingkat kepadatan rendah
|
Lebih besar dan
kompleks dengan tingkat kepadatan tinggi
|
4.
|
Homogenitas/
heterogenitas
|
Homogenitas dalam
ciri-ciri sosial, kepercayaan, bahasa, adat istiadat.
|
Heterogenitas dalam
ciri-ciri sosial, kebudayaan, pekerjaan, dll.
|
5.
|
Pelapisan sosial
|
Ukuran pada
kepemilikan tanah, kepercayaan, bahasa, adat istiadat
|
Ukuran pada kekayaan
materi, tingkat pendidikan, Kesenjangan sosial relatif besar.
|
6.
|
Mobilitas Sosial
|
Relatif kecil karena
masyarakat homogen
|
Relatif besar karena
masyarakat heterogen
|
7.
|
Interaksi Sosial
|
Bentuk umum adalah
kerjasama konflik sedapat mungkin dihindari, cenderung bersifat informal
|
Bentuk umum adalah
persaingan, karena motif ekonomi, cenderung bersifat formal.
|
8.
|
Pengawasan Sosial
|
Kualitas pribadi
tentukan oleh kejujuran, kebangsawanan dan pengalaman
|
Kualitas pribadi lebih
ditentukan oleh sistem hirarki dan birokrasi
|
9.
|
Pola Kepemimpinan
|
Kualitas pribadi
ditentukan oleh kejujuran, kebangsawanan, dan pengalaman
|
Kualitas pribadi lebih
ditentukan oleh sistem hirarki dan birokrasi
|
10.
|
Solidaritas Sosial
|
Solidaritas sangat
tinggi tampak dalam gotong-royong, musyawarah dalam berbagai macam kegiatan
|
Solidaritas masih
berorientasi pada kepentingan tertentu.
|
11.
|
Nilai dan sistem Nilai
|
Cenderung memegang teguh nilai
agama, etika, dan moral
|
Cenderung berorientasi
pada ekonomi dan pendidikan.
|
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Masyarakat pedesaan adalah sekelompok orang yang mendiami suatu wilayah
dan mempunyai hubungan yang erat serta perasaan yang sama terhadap adat
kebiasaan yang ada dan menunjukkan adanya kekeluargaan. Masyarakat pedesaan belum mengenal
teknologi canggih yang telah ada di zaman modern.
Sedangkan masyarakat perkotaan merupakan suatu himpunan penduduk yang bertempat tinggal di dalam pusat kegiatan ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi modern dan sebagainya. Masyarakat kota rata-rata menggunakan teknologi yang canggih dalam kesehariannya seperti menggunakan smartphone, komputer, dan teknologi canggih lainya.
Sedangkan masyarakat perkotaan merupakan suatu himpunan penduduk yang bertempat tinggal di dalam pusat kegiatan ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi modern dan sebagainya. Masyarakat kota rata-rata menggunakan teknologi yang canggih dalam kesehariannya seperti menggunakan smartphone, komputer, dan teknologi canggih lainya.
DAFTAR ISI
http://genggaminternet.com/pengertian-masyarakat-menurut-definisi-para-ahli/
http://visiuniversal.blogspot.co.id/2014/12/pengertian-dan-perbedaan-masyarakat.html
http://ipspa.blogspot.co.id/2015/08/pengertian-masyarakat-perkotaan.html
https://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/syarat-syarat-menjadi-masyarakat/
http://lalayulia.blogspot.co.id/2011/11/masyarakat-perkotaan-dan-masyarakat.html
http://desryanirawan.blogspot.co.id/2014/09/perbedaan-kota-dan-desa.html
https://ronnytriasmara.wordpress.com/2012/11/21/ciri-ciri-desa/
http://www.materisma.com/2015/01/pengertian-desa-menurut-para-ahli-dan.html
https://nathaniaseptavy.wordpress.com/tag/aspek-negatif-dan-positif/