Kamis, 14 Januari 2016

Nama : Anindita Nuraini
NPM : 10115814
Kelas : 1KA31

BAB I
PENDAHULUAN

      LATAR BELAKANG
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah kelompok yang menempati suatu wilayah dan saling bergantungan dengan satu sama lain. Masyarakat di bagi menjadi 2 bagian yaitu masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan. Kehidupan di desa sangat berbeda dengan kehidupan di kota. Di desa dikenal dengan paguyuban yang artinya adalah perkumpulan yang bersifat kekeluargaan yang didirikan oleh satu orang yang sedarah untuk membina kerukunan. Kehidupan dipedesaan masih sangat sederhana serta belum banyak yang mengenal teknologi modern. Masyarakat pedesaan sangat bergantung dengan masyarakat yang ada di pedesaan untuk mencari penghasilan di kota dan masyarakat di perkotaanpun sayang bergantung dengan masyarakat di pedesaan untuk penghasilan pangan. Di kota di kenal dengan masyarakat urban yang artinya tergolong masyarakat multietnis karena terdiri dari berbagai suku, golongan, kelompok, bahkan antarbangsa yang terkumpul dari berbagai suku, golongan, kelompok, bahkan antarbangsa yang terkumpul disatu kota utama (metropolis). Di kehidupan masyarakat perkotaan itu individual dan telah mengikuti perubahan zaman dengan mengetahui adanya teknologi yang canggih. Pekerjaan masyarakat desa dan masyarakat kotapun berbeda. Masyarakat pedesaan pindah ke kota untuk mencari pekerjaan menjadi petani, buruh, supir, dll untuk mencukupi kebutuhan hidup. Sedangkan masyarakat kota mencari pekerjaan yang berhubungan dengan teknologi seperti masuk dalam suatu perusahaan atau pabrik yang ada di kota serta cara kerjanya pun dengan menggunakan teknologi yang canggih.

      RUMUSAN MASALAH
  1. Apa pengertian dari masyarakat ?
  2. Apa saja syarat-syarat untuk menjadi masyarakat ?
  3. Apa pengertian masyarakat perkotaan ?
  4. Apa saja ciri – ciri tipe masyarakat ?
  5. Apa perbedaan antara desa dan kota ?
  6. Apa pengertian pedesaan ?
  7. Apa ciri-ciri desa?
  8. Apa ciri-ciri masyarakat pedesaan ?
  9. Apa perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan ?  
      TUJUAN 
  1. Memahami pengertian masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
  2. Mengetahui ciri-ciri dari masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
  3. Mengetahui perbedaan antara masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
  4. Mengetahui hubungan antara masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
  5. Memahami unsur lingkungan perkotaan.
  6. Menjelaskan aspek negatif dan positif.
  7. Memenuhi salah satu syarat dalam mata kuliah Ilmu Sosial Dasar. 
BAB II
PEMBAHASAN

MASYARAKAT PERKOTAAN, ASPEK-ASPEK POSITIF DAN NEGATIF

       Pengertian Masyarakat
Menurut para ahli :  
  • Emile Durkheim
    Pengertian masyarakat merupakan suatu kenyataan objektif dari individu-individu yang merupakan anggotanya.
     
  • Karl Marx
    Pengertian masyarakat merupakan suatu sturktur yang mengalami ketegangan organisasi maupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah secara ekonomi
     
  • M. J. Herkovits
    Pengertian masyarakat merupakan kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti suatu cara hidup tertentu.
     
  • J. L. Gillin dan J. P. Gillin
    Pengertian masyarakat merupakan kelompok yang tersebar dengan perasaan persatuan yang sama
     
  • Max Weber
    Pengertian masyarakat merupakan suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nila yang dominan pada warganya sendiri.
     
  • Selo Soemardjan
    Pengertian masyarakat merupakan orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
     
  • Paul B. Horton
    Pengertian masyarakat merupakan sekumpulan manusia yang relatif mandiri dengan hidup bersama dalam jangka waktu cukup lama, mendiami suatu wilayah tertentu dengan memiliki kebudayaan yang sama, dan sebagian besar kegiatan dalam kelompok itu.
Jadi dapat di simpulkan bahwa pengertian masyarakat adalah sekumpulan individu yang hidup bersama-sama dalam suatu wilayah dengan kebudayaan dan kegiatan yang sama.

      Syarat-syarat menjadi Masyarakat 
Menurut Marion Levy diperlukan empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpulan manusia bisa dikatakan / disebut sebagai masyarakat.
  1. Ada sistem tindakan utama.
  2. Saling setia pada sistem tindakan utama.
  3. Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota.
  4. Sebagian atan seluruh anggota baru didapat dari kelahiran / reproduksi manusia.
       Pengertian Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan adalah kelompok orang-orang dalam jumlah tertentu, hidup dan bertempat tinggal bersama di dalam suatu wilayah geografis tertentu, berpola hubungan rasional ekonomis dan individualistis. Masyarakat kota lebih cenderung berpikir rasional, berdasarkan untung rugi atau ekonomis, dan berdasarkan hukum-hukum yang diserap dari ilmu pengetahuan. 

      Tipe Masyarakat
Berikutnya akan memahami tentang masyarakat menurut jenisnya atau tipenya yang secara umum dibedakan menjadi dua bagian yaitu : 
  • Masyarakat tradisional (sederhana) dan masyarakat modern. 
  • Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. 

      Ciri-Ciri Masyarakat Kota
Ciri masyarakat kota (urban) yaitu :
  1. Kehidupan keagaam berkurang, karena cara berpikir yang rasional dan cenderung sekuler
  2. Sikap mandiri yang kuat  dan tidak terlalu tergantung pada orang lain sehingg cenderung individualistis
  3. Pembagian kerja sangat jelas dan tegas berdasarkan tingkat kemampuan/ keahlian
  4. Hubungan antar individu bersifat formal dan interaksi antar warga berdasarkan kepentingan.
  5. Sangat menghargai waktu sehingga perlu adanya perencanaan yang matang.
  6. Masyarakat cerderung terbuka terhadap perubahan didaerah tertentu (slum) 
  7. Tingkat pertumbuhan penduduknya sangat tinggi
  8. Kontrol sosial antar warga relatif rendah
  9. Kehidupan bersifat non agraris dan menuju kepada spesialisasi keterampilan
  10. Mobilitas sosialnya sangat tinggi karena penduduknya bersifat dinamis, memamanfaatkan waktu dan kesempatan, kreatif, dan inovatif.
      Perbedaan Desa dan Kota 
Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Perbedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Kita dapat membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan”.
Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan, menjelaskan ciri-ciri relasi sosial yang ada di desa itu, adalah pertama-tama, hubungan kekerabatan.
Sistem kekerabatan dan kelompok kekerabatan masih memegang peranan penting. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian, walaupun terlihat adanya tukang kayu, tukang genteng dan bata, tukang membuat gula, akan tetapi inti pekerjaan penduduk adalah pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian, hanya merupakan pekerjaan sambilan saja.
Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan penting. Orang akan selalu meminta nasihat kepada mereka apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi. menyatakan bahwa di daerah pedesaan kekuasaan-kekuasaan pada umumnya terpusat pada individu seorang kiyai, ajengan, lurah dan sebagainya.

HUBUNGAN DESA DAN KOTA

      Hubungan Desa dan Kota
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukan 2 komonitas yang terpisah satu sama lain. Bahkan sebenarnya diantara keduanya terdapat hubungan yang erat yang bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan pangan dan kebutuhan lainnya. Desapun juga merupakan sumber tenaga kasar untuk pekerjaan tertentu dikota seperti buruh dalam proyek pembangunan. “Interface” yang dapat diartikan bahwa kawasan perkotaan yang tumpang-tindih dengan kawasan perdesaan. Hubungan antar kota dan desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.

ASPEK POSITIF DAN NEGATIF

      5 Unsur Lingkungan Perkotaan  
Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan yang mengandung 5 unsur yaitu meliputi :
  1. Wisma : unsur ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Unsur wisma ini menghadapkan:
    • dapat mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai dengan pertambahan kebutuhan penduduk untu masa mendatang.
    • memperbaiki keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapat mencapai standar mutu kehidpan yang layak, dan memberikan nilai-nilai lingkungan yang aman dan menyenangkan.
  2. Karya : unsur ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsure ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
  3. Marga : unsur ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.
  4. Suka : unsur ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian
  5. Penyempurna : unsur ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.
      Aspek Positif dan Negatif
Dibawah ini aspek-aspek positif dan negatif dalam masyarakat yaitu:
  1. Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya (Push factors)  Hal – hal yang termasuk push factor antara lain :
    • Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
    • Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
    • Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
    • Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
    • Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
  2. Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota (pull factors)Hal – hal yang termasuk pull factor antara lain :
  • Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota  banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan.
  • Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
  • Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
  • Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
  • Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah ( Soekanti, 1969 : 124-125 ).
      Fungsi Eksternal Kota
Di pihak lain kota mempunyai juga peranan/fungsi eksternal, yakni seberapa jauh fungsi dan peranan kota tersebut dalam kerangka wilayah atau daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya baik dalam skala regional maupun nasional. Dengan pengertian ini diharapkan bahwa suatu pembangunan kota tidak mengarah pada suatu organ tersendiri yang terpisah dengan daerah sekitarnya, karena keduanya saling pengaruh mempengaruhi.

MASYARAKAT PEDESAAN

      Pengertian Desa
  • Menurut R. Bintarto, Desa adalah suatu hasil perpaduan antara kegiatan sekelompok manusia dan lingkungannya. Hasil perpaduan tersebut merupakan perwujudan geografis yang di timbulkan oleh faktor alamiah maupun sosial yang saling berinteraksi antar unsur dan juga dalam hubungan dengan daerah yang lain. Bintarto mengemukakan bahwa ada 3 unsur utama desa yaitu :
    • Daerah, dalam arti suatu kawasan perdesaan tentunya memiliki wilayah sendiri dengan berbagai aspeknya, seperti lokasi, luas wilayah, bentuk lahan, keadaan tanah, kondisi tata air, dan aspek-aspek lainnya.
    • Penduduk dengan berbagai karakteristik demografis masyarakatnya, seperti jumlah penduduk, tingkat ke lahiran, kematian, persebaran dan kepadatan, rasio jenis kelamin, komposisi penduduk, serta kualitas penduduknya.
    • Tata Kehidupan, berkaitan erat dengan adat istiadat, norma, dan karakteristik budaya lainnya. 
  • Menurut Paul H. Landis, Desa adalah suatu wilayah yang penduduknya kurang dari 2.500 jiwa dengan ciri memiliki lingkungan hidup yang saling mengenal satu sama lain(kekeluargaan).
Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah pengertian desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat yang diakui dalam pemerintahan nasional dan berada didaerah kebupaten.

      Ciri-Ciri Desa
Secara umum ciri-ciri pedesaan adalah sebagai berikut :
  1. Kehidupan masyarakatnya sangat erat dengan alam.
  2. Pertanian sangat bergantung pada musim.
  3. Desa merupakan kesatuan sosial dan kesatuan kerja.
  4. Struktur perekonomian bersifat agraris.
  5. Hubungan antarmasyarakat desa berdasarkan ikatan kekeluargaan yang erat (gemmeinschaft).
  6. Perkembangan sosial relatif lambat dan sosial kontrol ditentukan oleh moral dan hukum informal.
  7. Norma agama dan hukum adat masih kuat.
      Ciri-Ciri Masyarakat Pedesaan
Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi “Talcot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang mebngenal ciri-ciri sebagai berikut : 
  • Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
  • Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
  • Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme).
  • Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
  • Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu.
      Macam-Macam Pekerjaan Gotong Royong
  1. Kerja bakti
  2. Gotong royong memperbaiki jalan raya
  3. Gotong royong membuat Balai Desa
  4. Gotong royong membersihkan sampah yang berserakan dan sebagainya.
     Sifat dan Hakikat Masyarakat Pedesaan
Seperti dikemukakan oleh para ahli bahwa masyarakat Indonesia lebih dari 80% tinggal di pedesaan dengan mata pencarian yang bersifat agraris. Masyarakat pedesaan mempunyai sifat yang kaku tapi sangatlah ramah. Biasanya adat dan kepercayaan masyarakat sekitar yang membuat masyarakat pedesaan masih kaku, tetapi asalkan tidak melanggar hukum adat dan kepercayaan maka masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang ramah. Masyarakat pedesaan biasanya dipandang antara sepintas kilas dinilai oleh orang-orang kota sebagai masyarakat tentang damai, harmonis yaitu masyarakat yang adem ayem, sehingga oleh orang kota dianggap sebagai tempat untuk melepaskan lelah dari segala kesibukan, keramaian dan keruwetan atau kekusutan pikir.
Maka tidak jarang orang kota melepaskan segala kelelahan dan kekusutan pikir tersebut pergilah mereka ke luar kota, karena merupakan tempat yang penuh ketenangan. Tetapi sebetulnya ketenangan masyarakat pedesaan itu hanyalah terbawa oleh sifat masyarakat itu yang oleh Ferdinand Tonies diistilahkan dengan masyarakat gemeinschaft (paguyuban). Jadi Paguyuban masyarakat itulah yang menyebabkan orang-orang kota menilai sebagai masyarakat itu tenang harmonis, rukun dan damai dengan julukan masyarakat yang adem ayem.
 
      Macam-Macam Gejala Masyarakat Pedesaan
  1. Konflik (pertengkaran)
    Menurut orang kota bahwa masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tenang dan harmonis itu memang tidak sesuai dengan kenyataan sebab yang benar dalam masyarakat pedesaan adalah penuh masalah dan banyak ketegangan. Karena setiap hari mereka yang selalu berdekatan dengan orang-orang tetangganya secara terus-menerus dan hal ini menyebabkan kesempatan untuk bertengkar amat banyak. Pertengkaran-pertengkaran yang terjadi biasanya berkisar pada masalah sehari-hari rumah tangga dan sering menjalar ke luar rumah tangga.
  2. Kontraversi (pertentangan)
    Pertentangan ini bisa disebabkan oleh perubahan konsep-konsep adat-istiadat, psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna. Para ahli hukum adat biasanya meninjau masalah kontraversi (pertentangan) ini dari sudut kebiasaan masyarakat.
  3. Kompetisi (Persiapan)
    Masyarakat pedesaan adalah manusia-manusia yang mempunyai sifat-sifat sebagai manusia biasanya yang antara lain mempunyai saingan dengan manifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena itu maka wujud persaingan itu bisa positif dan bisa negatif. Positif bila persaingan wujudnya saling meningkatkan usaha untuk meningkatkan prestasi dan produksi. Sebaliknya jika negatif bila persaingan ini hanya berhenti pada sifat iri, yang tidak mau berusaha sehingga kadang-kadang hanya melancarkan fitnah-fitnah saja, yang hal ini kurang ada manfaatnya sebaliknya menambah ketegangan dalam masyarakat.
  4. Kegiatan pada Masyarakat Pedesaan
    Masyarakat pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap mereka yang dapat bekerja keras tanpa bantuan orang lain. Jadi jelas masyarakat pedesaan bukanlah masyarakat yang senang diam-diam tanpa aktivitas, tanpa adanya suatu kegiatan tetapi kenyataannya adalah sebaliknya. 
      Sistem Budaya Petani Indonesia
  • Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup.
  • Mereka menganggap alam itu tidak menakutkan jika terjadi bencana.
  • Dalam menghadapi alam mereka cukup bekerja sama.
      Unsur-Unsur Desa 
Ada 3 unsur desa yang tidak lepas antara satu sama lain yang artinya tidak berdiri sendiri melainkan merupakan satu kesatuan. Unsurnya adalah sebagai berikut:
  1. Daerah, dalam arti tanah-tanah dalam hal geografis.
  2. Penduduk, adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian penduduk desa setempat.
  3. Tata Kehidupan, dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan antar warga desa.
      Fungsi Desa
Ada 4 fungsi desa adalah sebagai berikut :
  1. Desa sebagai hinterland (pemasok kebutuhan bagi kota).
  2. Desa merupakan sumber tenaga kerja kasar bagi perkotaan.
  3. Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota.
  4. Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia. 
PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN

TABEL PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
NO
ASPEK
MASYARAKAT PEDESAAN
MASYARAKAT PERKOTAAN
1.
Lingkungan dan orientasi terhadap alam
Kenyataan alam sangat menunjang kehidupan
Cenderung bebas dari kenyataan alam
2.
Pekerjaan/ mata pencaharian
Yang menonjol adalah bertani, nelayan, beternak
Beraneka ragam dan terspesialisasi
3.
Ukuran komunitas
Lebih kecil dengan tingkat kepadatan rendah
Lebih besar dan kompleks dengan tingkat kepadatan tinggi
4.
Homogenitas/ heterogenitas
Homogenitas dalam ciri-ciri sosial, kepercayaan, bahasa, adat istiadat.
Heterogenitas dalam ciri-ciri sosial, kebudayaan, pekerjaan, dll.
5.
Pelapisan sosial
Ukuran pada kepemilikan tanah, kepercayaan, bahasa, adat istiadat
Ukuran pada kekayaan materi, tingkat pendidikan, Kesenjangan sosial relatif besar.
6.
Mobilitas Sosial
Relatif kecil karena masyarakat homogen
Relatif besar karena masyarakat heterogen
7.
Interaksi Sosial
Bentuk umum adalah kerjasama konflik sedapat mungkin dihindari, cenderung bersifat informal
Bentuk umum adalah persaingan, karena motif ekonomi, cenderung bersifat formal.
8.
Pengawasan Sosial
Kualitas pribadi tentukan oleh kejujuran, kebangsawanan dan pengalaman
Kualitas pribadi lebih ditentukan oleh sistem hirarki dan birokrasi
9.
Pola Kepemimpinan
Kualitas pribadi ditentukan oleh kejujuran, kebangsawanan, dan pengalaman
Kualitas pribadi lebih ditentukan oleh sistem hirarki dan birokrasi
10.
Solidaritas Sosial
Solidaritas sangat tinggi tampak dalam gotong-royong, musyawarah dalam berbagai macam kegiatan
Solidaritas masih berorientasi pada kepentingan tertentu.
11.
Nilai dan sistem Nilai
Cenderung memegang teguh nilai agama, etika, dan moral
Cenderung berorientasi pada ekonomi dan pendidikan.



 BAB III
PENUTUP

      KESIMPULAN
Masyarakat pedesaan adalah sekelompok orang yang mendiami suatu wilayah dan mempunyai hubungan yang erat serta perasaan yang sama terhadap adat kebiasaan yang ada dan menunjukkan adanya kekeluargaan. Masyarakat pedesaan belum mengenal teknologi canggih yang telah ada di zaman modern.
Sedangkan masyarakat perkotaan merupakan suatu himpunan penduduk yang bertempat tinggal di dalam pusat kegiatan ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi modern dan sebagainya. Masyarakat kota rata-rata menggunakan teknologi yang canggih dalam kesehariannya seperti menggunakan smartphone, komputer, dan teknologi canggih lainya.

DAFTAR ISI
http://genggaminternet.com/pengertian-masyarakat-menurut-definisi-para-ahli/ 
http://visiuniversal.blogspot.co.id/2014/12/pengertian-dan-perbedaan-masyarakat.html
http://ipspa.blogspot.co.id/2015/08/pengertian-masyarakat-perkotaan.html
https://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/syarat-syarat-menjadi-masyarakat/
http://lalayulia.blogspot.co.id/2011/11/masyarakat-perkotaan-dan-masyarakat.html
http://desryanirawan.blogspot.co.id/2014/09/perbedaan-kota-dan-desa.html
https://ronnytriasmara.wordpress.com/2012/11/21/ciri-ciri-desa/
http://www.materisma.com/2015/01/pengertian-desa-menurut-para-ahli-dan.html
https://nathaniaseptavy.wordpress.com/tag/aspek-negatif-dan-positif/